Selasa, 20 Maret 2012

PUNK


PUNK

Apa sih PUNK itu ? mungkin yang kita tahu punk itu kalau secara stylesnya  yang biasanya memakai baju berwarna hitam, dengan celananya yang berwarna hitam juga. Rambutnya yang  dicat dengan potongan ke atas mirip rambut orang Indian atau biasa di sebut mowhak, ditambah dengan aksesoris anting-anting, rantai bahkan gembok dan rantai yang tergantung di pinggangnya.  Mereka biasanya berkumpul di beberapa titik keramaian pusat kota dan memiliki gaya dengan ciri khas, “seni dan kebebasan”  sebenarnya itulah yang menjadi alasan mereka menjadi seperti itu.
Banyak orang yang mengatakan bahwa “Punk” itu sebuah aliran tetapi jiwa dan kepribadian pengikutnya kembali ke masing-masing individu, negatif atau tidaknya seorang Punk bukan karena aliran tetapi jiwa individunya. Jadi apabila kalian sering menemukan komunitas-komunitas punk yang sering membuat kekacauan, mabuk, atau hal-hal negative lainnya, itu semua tidak ada seharusnya dalam komunitas punk. Motto dari anak “Punk” itu, Equality atau persamaan hak. Aliran Punk lahir karena adanya persamaan terhadap jenis aliran musik Punk dan adanya gejala perasaan yang tidak puas dalam diri masing-masing. Sehingga mereka mengubah gaya hidup dengan gaya hidup Punk.
Menurut sejarahnya Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan Punk adalah anak muda yang diawali oleh kelas pekerja ini dengan cepat  merambah Amerika. Yang ketika itu, mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu kemerosotan moral para tokoh politik, yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang yang kita dengar liriknya kasar, beat yang cepat dan menghentak. Selain fashion yang dikenakan, tingkah laku yang mereka perlihatkan seperti potongan rambut Mohawk ala suku Indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh. Ini sikap anti kemapanan, anti sosial. Setiap aksesoris yang dikenakan ada maknanya. Misalnya sepatu boot yang dipakai melambangkan anti penindasan. Gembok terkatup yang digantung di pinggang  menunjukkan seorang ”Punkers” ingin kebebasan. 

2 komentar: